Postingan

Cimanggis , Zona Paling Merah Covid 19 di Depok

Gambar
Semua kecamatan di Kota Depok, Jawa Barat, mencatat punya kasus Covid-19 hingga hari terakhir periode pertama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Selasa (28/4/2020) kemarin. Hal itu menjadikan Depok zona merah penyebaran virus corona tipe 2 (SARS-CoV-2) yang menyebabkan Covid-19. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Pemerintah Kota Depok melalui situs ccc-19. depok.go.id, Kecamatan Cimanggis merupakan zona paling merah sejauh ini di Depok. Baca juga: Ini 3 Wilayah di Depok dengan Jumlah PDP dan ODP Covid-19 Terbanyak Dengan menggunakan parameter jumlah kasus positif Covid-19, Cimanggis ada di urutan teratas disusul Kecamatan Pancoranmas dan Sukmajaya. Dari data terbaru yang dilaporkan Pemerintah Kota Depok, total 58 warga Cimanggis positif Covid-19 dan 5 di antaranya meninggal dunia. Kelurahan Pasir Gunung Selatan menjadi kelurahan dengan kasus positif Covid-19 terbanyak di Cimanggis sekaligus di Depok. Total 22 warga positif Covid-19 di kelurahan itu disusu...

Inilah 3 Wilayah di Depok Dengan Jumlah PDP dan ODP Covid 19 Terbanyak

Gambar
Kecamatan Cimanggis, Pancoranmas, serta Sukmajaya menjadi tiga wilayah paling "merah" di Depok, Jawa Barat, dilihat dari jumlah kasus positif Covid-19 hingga Selasa (28/4/2020) atau hari terakhir PSBB tahap pertama. Tak hanya itu, ketiga kecamatan ini juga mencatatkan jumlah pasien dalam pengawasan ( PDP)/suspect dan orang dalam pemantauan ( ODP) paling banyak di Depok sampai sekarang. Dikutip dari situs resmi ccc-19.depok.go.id, Kecamatan Cimanggis ada di posisi teratas untuk dua kategori ini, dengan total 200 warga Cimanggis berstatus PDP serta 413 warga berstatus ODP sampai sekarang. Baca juga: Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Depok Butuh Tambahan Tenaga Medis Status PDP paling banyak ada di Kelurahan Tugu (69 PDP) disusul Pasir Gunung Selatan (60 PDP). Pada kategori ODP, Kelurahan Tugu kembali jadi wilayah dengan catatan tertinggi dengan 176 ODP, disusul Kelurahan Mekarsari dengan 69 ODP. Di Kecamatan Pancoranmas, total 147 warga sudah berstatus sebagai PDP dan...

Warga Depok Bisa Tes PCR Corona Gratis di RSUI

Gambar
Rumah Sakit Universitas Indonesia memberikan kesempatan bagi warga di wilayah Depok melakukan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) covid-19 atau virus corona gratis dengan beberapa syarat. "Masyarakat Kota Depok yang memiliki KTP atau surat keterangan berdomisili di Depok, [dan] memiliki indikasi serta rujukan dari rumah sakit atau puskesmas dapat melakukan pemeriksaan swab PCR Covid-19 di RSUI tanpa perlu membayar," ujar Plt. Direktur Utama RSUI Sukamto melalui keterangan pers yang diterima CNNIndonesia.com, Rabu (29/4). Ia mengatakan pemeriksaan yang dilakukan di RSUI bakal dibiayai oleh Pemerintah Kota Depok, sehingga warga tak perlu mengeluarkan biaya Bagi warga yang melakukan pemeriksaan di rumah sakit di wilayah Kota Depok, sampel swab atau spesimen juga bisa dikirimkan ke Laboratorium Terpadu RSUI melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Depok. "Tanpa dikenakan biaya selama memenuhi syarat dan prosedur yang telah ditetapkan...

Pertambahan Kasus Harian OTG, ODP, dan PDP Covid-19 di Depok Turun Selama PSBB

Gambar
 -  Pemerintah Kota Depok mengklaim pertambahan harian rata-rata jumlah OTG (orang tanpa gejala), ODP (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan) berkurang selama dua pekan pertama PSBB (pembatasan sosial berskala besar). "Penambahan rata-rata jumlah OTG, ODP dan PDP per hari lebih sedikit selama PSBB, dibandingkan dengan sebelum PSBB," jelas Wali Kota Depok Mohammad Idris melalui keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (28/4/2020). Pada kategori kelompok OTG, terdapat pertambahan 48-49 per hari lalu turun jadi 22-23 OTG per hari selama periode pertama PSBB. Pada kategori kelompok ODP, jumlah ODP bertambah 83-84 orang per hari, lalu turun drastis jadi 26-27 ODP per hari selama periode pertama PSBB. Pada kategori kelompok PDP, penurunan terjadi dengan selisih tipis, yakni dari 27-28 PDP per hari sebelum PSBB menjadi 26-27 PDP per hari selama PSBB periode pertama. Idris mengatakan, penurunan ini terjadi karena ada perbaikan dalam penemuan dan ...

Usul PSBB di Perpanjang ,Pemkot Depok Diminta Jangan Hanya Salahkan Warga

Gambar
Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kota Depok, Roy Pangharapan meminta Pemerintah Kota Depok tak terjebak dalam narasi-narasi yang semata menyalahkan warga karena penerapan PSBB tak efektif. Hal ini ia sampaikan sehubungan dengan rencana perpanjangan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) di Depok hingga 28 hari ke depan. "Coba lihat mengapa dalam PSBB justru angka pasien positif dan lainnya terus meningkat? Apakah Pemerintah Kota Depok tahu akar masalahnya dan bisa mengatasinya?” ucap Roy melalui keterangan tertulisnya kepada Kompas.com, Selasa (28/4/2020) siang. “Jangan cuma bisa nyalah-nyalahin rakyat tidak disiplin. Dalam keadaan darurat begini rakyat enggak bisa disalahkan karena ada pemerintah yang memimpinnya," anggap dia. Roy berpendapat, selama periode pertama PSBB yang berlangsung sejak 15 April 2020 lalu, pemerintah mendesak warga diam di rumah namun tak cukup menjamin kebutuhan harian mereka. Anggapan Roy ada benarnya, menilik masi...

Penerapan PSBB di Kita Depok Belum Efektif

Gambar
Depok: Meningkatnya wabah covid-19 di Kota Depok, Jawa Barat, disebabkan berbagai macam faktor, salah satunya mengenai intensitas pergerakan orang di dalam Kota Depok yang masih tinggi. Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Somad, mengatakan terpantau hingga penerapan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) banyak ditemukan warga berkerumun dan tidak menggunakan masker ketika di luar rumah. "Selain itu, penularan covid-19 tidak saja karena Import Case, akan tetapi terjadi melalui transmisi lokal. Kemudian banyak status PDP berubah menjadi kasus terkonfirmasi, setelah Swab PCR nya dinyatakan positif oleh rumah sakit," kata Idris di Depok, Senin, 27 April 2020. Baca:  Jokowi Ingin Indonesia Bebas Covid-19 Pada Juli Idris menjelaskan belum ada sanksi tegas dalam penerapan PSBB dan tingginya pergerakan orang menuju wilayah DKI Jakarta juga menjadi penyebab penularan covid-19 di wilayahnya. Oleh sebab itu, Tim Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Depok...

Menakar Kepantasan Luis Milla Latih Klub Baru Red Bull Depok

Gambar
  Menakar Kepantasan Luis Milla Latih Klub Baru Red Bull Depok Minggu, 26 April 2020 20:18 WIB Penulis: Petrus Tomy Wijanarko | Editor: Ivan Reinhard Manurung komentar © Tony Marshall - EMPICS/Getty Images Luis Milla, eks pelatih Timnas Indonesia, mungkin suatu saat nanti bakal menangani klub baru Red Bull Depok. Seberapa pantaskah Luis Milla? INDOSPORT. COM - Luis Milla, eks pelatih Timnas Indonesia, mungkin saja suatu saat nanti bakal menangani klub baru Red Bull Depok. Seberapa pantaskah Luis Milla mengambil kemungkinan itu? Beberapa waktu lalu, sepak bola Indonesia dihebohkan dengan kabar tim anyar bernama Red Bull Depok. Melalui akun Instagram @rbdepokfc, Red Bull Depok memperkenalkan diri kepada masyarakat Tanah Air. Lebih jauh, Red Bull Depok mengklaim bakal segera jadi salah satu peserta kompetisi kasta ketiga, Liga 3. Masih menggunakan media sosial Instagram, Red Bull Depok bahkan sudah menyatakan berniat memburu pemain naturalisasi Indonesia, serta mema...